Jumat, 16 Mei 2014

Menari HIPHOP

HIP HOP 
Menari merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri. Tak hanya itu, menari ternyata juga baik untuk kesehatan, terutama dalam mencegah risiko terkena serangan dibetes tipe 2.

Seperti yang dikutip dari detikhealth, diabetes tipe 2 terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup seseorang. Diabetes tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang telah meningkat karena frekuensi konsumsi gula meningkat.

Hal itu terjadi ketika reseptor insulin dalam sel-sel tidak lagi merespon insulin yang diproduksi oleh pankreas, sehingga sel-sel kurang mampu mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi. Kelebihan kalori ini kemudian diubah menjadi lemak dan berbagai komplikasi kesehatan yang serius dapat berkembang.

Menurut studi yang dilakukan di University of Utah, orang yang mengidap diabetes tipe dua dapat mengontrol glukosa dalam tubuh, performa fisik dan komposisi lemak tubuh dalam tiga bulan jika melakukan latihan yang dikombinasikan dengan latihan beban, seperti menari.

Untuk mengetahui cara pencegahan serangan diabetes tipe 2, University of Pennsylvania School of Nursing, Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian. Dalam penelitiannya, mereka meminta anak-anak yang menjadi partisipan melakukan gerakan tarian hip-hop di atas lantai kayu di pusat kebugaran.

Dengan menggunakan pedometer, para peneliti menemukan bahwa anak-anak melangkah dua kali lebih cepat setelah mengikuti sesi menari secara rutin. Selain itu, pimpinan penelitian, Dr. Terri Lipman, PhD, CRNP juga menjelaskan bahwa penelitian itu menunjukkan jika seorang anak jantungnya berdetak lebih pelan setelah olahraga, menandakan anak tersebut tidak sehat secara fisik.
 
"Menari tidak hanya identik dengan kebudayaan dan menyenangkan. Ini juga merupakan cara mudah bagi anak-anak untuk menikmati gaya hidup aktif,

 wolipop.detik.com/.../menari-hip-hop





Bermain Piano


Latihan piano membutuhkan banyak koordinasi. Tidak hanya pianis harus dapat menggunakan kedua kanan dan tangan kiri secara bersamaan, namun juga harus menggunakan kakinya pada pedal. Bahkan pada tingkat yang lebih lanjut kaki kiri juga digunakan pada soft pedal. Pianis terus-menerus melakukan gerakan yang berbeda dengan masing-masing tangan. Misalnya, satu tangan mungkin bermain legato (menghubungkan nada satu nada yang lain) sementara tangan lainnya bermain staccato (pendek). Seringkali juga tampil dengan gerakan yang saling menggantikan, khususnya dalam penampilan untuk tingkat lanjut dalam permainan piano. Berikut adalah teknik dasar latihan piano yang dapat dilakukan oleh pemula maupun siswa musik: Praktek Gerakan Yang Berbeda – untuk menguasai koordinasi diperlukan latihan piano dengan gerakan yang berbeda untuk masing-masing tangan. Sungguh menakjubkan betapa mudah untuk melakukan Koordinasi bersama setelah latihan gerakan tangan yang berbeda secara masing-masing. Bangun Bentuk Jari (Fingering) Yang Baik – fingering yang baik sangat penting bagi keberhasilan Anda sebagai seorang pianis. Latihlah fingering yang nyaman yang dapat Anda gunakan setiap saat. Cobalah fingering yang berbeda untuk melihat apa yang terbaik untuk Anda. Jika Anda sedang belajar piano, guru Anda harus dapat membantu Anda dengan ini. Ingatlah bahwa fingering yang baik dapat menguasai gerakan-gerakan yang sulit. Gerakkan Perlahan Dengan Akurat – Masalah yang umum adalah bahwa siswa ingin bermain terlalu cepat. Ingat bahwa Anda harus menetapkan akurasi nada, irama, dan jari sebelum Anda menambah kecepatan tangan. Anda dapat mempertahankan kecepatan yang tepat bila Anda telah menguasai gerakan tangan secara akurat. Luangkan Waktu Untuk Irama dan Menghitung Ketukan – Selain menetapkan pola irama, menghitung ketukan dapat membantu dengan konsentrasi, dan juga membantu untuk menjaga tempo (kecepatan).Dengan menghitung Anda bisa mempercepat atau memperlambat tempo secara fleksibel. Anda tidak dapat melakukan ini dengan metronom. Metronom juga sulit untuk digunakan pemula. Menguasai Permainan Secara Bertahap – Ini sebenarnya adalah kelanjutan dari praktek tangan sendiri di atas. Setelah gerakan tangan dapat dikuasai, latihan menginjak pedal. Pada kebanyakan situasi, menginjak pedal mengikuti gerakan tangan kiri. Ketika Anda mulai menempatkan dua tangan bersama-sama, ingatlah untuk bekerja perlahan-lahan untuk akurasi. Setelah itu mulailah gerakan eksplorasi ke tingkat lanjut. Setelah Anda telah dapat menguasai teknik dasar latihan piano, cara yang baik untuk menjadi pianis yang handal dalam permainan piano adalah latihan piano secara rutin dan berkesinambungan. Latihan bagian-bagian yang sulit. Kemudian kembali dan bermain bagian yang mudah lagi. Anda akan melihat peningkatan dalam permainan piano. -Teknik dasar latihan piano- Incoming search terms: kunci piano kunci dasar piano belajar piano dasar teknik dasar bermain piano teknik bermain piano kunci dasar keyboard dasar bermain piano kunci bermain piano latihan piano belajar main piano teknik dasar piano cara bermain piano dasar belajar bermain piano belajar dasar piano kunci main piano latihan dasar piano dasar belajar piano chord dasar piano cara dasar bermain piano carabelajar bermain piano

Sumber:Rumah Piano.com

Jumat, 09 Mei 2014

<p style="align: center"><a href="http://www.amazingcounters.com"><img border="0" src="http://cc.amazingcounters.com/counter.php?i=3171008&amp;c=9513337" alt="AmazingCounters.com"/></a></p>

ghyvfchfvxd

<p style="align: center"><a href="http://www.amazingcounters.com"><img border="0" src="http://cc.amazingcounters.com/counter.php?i=3171008&amp;c=9513337" alt="AmazingCounters.com"/></a></p>

hobi menulis

meskipun kita dapat menggunakan sedikitnya satu bahasa dengan baik, namun tidak serta merta kemampuan tersebut membuat kita dapat menulis. Menulis yang dimaksud disini adalah keterampilan menuangkan pikiran atau ide dalam tulisan dengan baik.

Ada orang yang mengambil karir menjadi penulis dengan mengikuti pelatihan atau pendidikan untuk menjadi penulis, dan ada penulis yang tidak melalui cara demikian. Akan tetapi hal yang pasti adalah bahwa seseorang menjadi penulis karena ia menulis. Ia menghabiskan sejumlah waktu menulis, dan proses tersebut semakin memperbaiki kualitas tulisannya.

Menjadi penulis tidaklah selalu menjadi impian seseorang penulis. Adakalanya itu adalah bagian dari hobi, atau kesenangan untuk mendokumentasikan pengalaman, buah pikiran, atau gagasan. Kadang-kadang bagian dari pekerjaan misalnya pembuatan laporan, dokumentasi, penelitian, dsb. Singkatnya kemampuan menulis timbul dari kebiasaan menulis.

Salah satu kegiatan yang saya lakukan setahun belakangan adalah membiasakan menulis, sehingga Anda menemukan 1 artikel baru setiap hari dalam blog ini (meskipun beberapa waktu pernah absen). Terlepas dari nilai rupiah yang pernah dihasilkan dari blog ini – yang sebenarnya belum sebanding dengan waktu yang dihabiskan untuk menulis, ada beberapa manfaat yang saya peroleh dari membiasakan diri menulis.


Manfaat dari membiasakan diri untuk menulis

Menikmati waktu pribadi

Ketika membiasakan diri menulis setiap hari, ada rasa kepemilikian terhadap waktu secara pribadi diri. Meskipun kebanyakan yang kita tulis bukan tentang diri sendiri. Menulis memberi waktu kepada diri sendiri untuk berbicara, bertanya, mendengar, merespon – yang tentu saja dilakukan oleh diri sendiri kepada diri sendiri tentang hal yang kita tulis.

Menulis memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk merasa secara penuh, mencari bagian-bagian, menemukan dan menyusunnya sedemikian rupa, sehingga menjadi gagasan yang dapat ditangkap oleh orang lain. Setiap orang tentu saja memiliki kemampuan yang berbeda dalam melakukan hal ini. Tidak soal seberapa baik tulisan yang Anda baca disini, bagi saya pribadi selalu ada kenikmatan setiap menghasilkan satu postingan.


Memberi nilai tambah pada pekerjaan lain

Alasan lain mengapa membiasakan diri menulis adalah membantu kita melakukan pekerjaan lebih baik, meskipun pekerjaan Anda tidak secara rutin berhubungan dengan menulis.

Seorang grafis disainer mungkin lebih banyak menghasilkan gambar grafis dibanding kata-kata. Akan tetapi, jika mereka terbiasa menulis, mereka lebih mudah menemukan konsep dan menuangkannya ke dalam disain. Bahkan, juga bermanfaat meningkatkan kemampuan mereka mengemukakan gagasan secara lisan kepada orang lain.

Mengapa demikian?
Pada saat kita menulis, kita melatih diri berpikir, memecahkan masalah, merangkai kata-kata sedemikian rupa sehingga mudah dipahami. Dengan kata lain, kebiasaan menulis membuat otak semakin gesit dan lancar menangkap dan menemukan kata yang tepat untuk mengemas gagasan.

Sebagaimana kita tahu, keterampilan komunikasi merupakan hal penting dalam meningkatkan karir atau keberhasilan pekerjaan kita.

Meningkatkan kemampuan bahasa

Manfaat lain yang saya peroleh dari membiasakan diri menulis adalah memaksa saya untuk belajar menggunakan bahasa Indonesia lebih baik. Bahasa ibu saya adalah bahasa Batak, meskipun pengalaman menggunakan bahasa ibu dan bahasa nasional mungkin sekitar 40 : 60, namun saya masih sering mendapati diri menggunakan struktur kalimat bahasa ibu dalam berbahasa Indonesia. Apakah anda pernah mengalaminya?

Selain itu, dalam praktik menulis, saya sering menggunakan referensi dari tulisan-tulisan berbahasa Inggris. Jika saya menulis tentang diabetes, tentu itu bukan hasil pikiran saya, karena saya bukan seorang dokter. Pengalihbahasaan sedikit demi sedikit menambah kosakata bahasa Inggris saya – ini juga melahirkan tantangan lain untuk mulai belajar menulis dalam bahasa Inggris.
<p style="align: center"><a href="http://www.amazingcounters.com"><img border="0" src="http://cc.amazingcounters.com/counter.php?i=3171008&amp;c=9513337" alt="AmazingCounters.com"/></a></p>

hobby memasak

Halo Kuliners,

Have a good daaaaayyy dulu lah buat kalian cewek-cewek online seperti saya, Ibu-Ibu muda, Ibu-Ibu yang sudah lama menjadi Ibu, wanita, pria, siapapun yang suka mengunjungi blog ini. Sekali lagi, HAPPY WEEKEND! :)
Post terakhir saya sekitar bulan Oktober 2013. Dalam rentang waktu tak tentu itu, saya sudah mengalami banyak hal menarik. Eits, tapi bukan pengalaman-pengalaman menarik saya yang akan diceritakan, tapi ada satu hal yang menggelitik saya. Kata MEMASAK.
Ketika saya berprofesi sebagai jurnalis, banyak sekali restoran atau cafe yang saya datangi untuk dijadikan tempat review. Makanannya pun beraneka ragam. Rasanya bermacam-macam. Jangan ditanya, mereka pasti menjual kualitas mulai dari interior, taste makanan, penyajian, dan juga service. Nah, sempat masuk ke salah satu restaurant bintang 5 di daerah Jimbaran, saya ketemu dengan Chef yang menyandang gelar Michelin Star Chef, artinya sama seperti gelar MVP-nya pemain basket atau Awards bergengsi sekelas Oscar bagi selebritis dunia. Ngobrol sebentar, saya bertanya kenapa beliau bisa jadi Chef. Katanya,"Cooking is an art, it is not merely the practical execution of the meal. Behind it is research, your own knowledge. An art which presents a thought, a philosophy, whether it is architecture or cookery”. Begitulah. Menyamakan memasak dengan seni, atau bahkan sebuah filosofi, itulah makna passion seorang Chef yang sesungguhnya.
Tapiiii.. yang akan saya bahas disini bukan prestasi Chef itu atau mereview restaurant yang sudah terkenal kualitasnya jempolan (kecuali kalau saya dapat benefit back dari review itu ya, hihihi)
Memasak memasak memasak memasak.... kalau nggak masak, perut nggak akan terisi. Meskipun jaman sekarang apa-apa tinggal beli (gampang dan praktis), tapi seni memasak bukan tidak mungkin ada dalam salah satu diantara kita. Buktinya, ada yang jadi wedding cake decorator, cupcake lukis, Western food, Chinese food, Korean food, dan segala macam bentuk makanan aneh bin nyata yang ada di dunia ini. See? Betapa banyak jumlah manusia yang bisa memasak!

Bagaimana dengan Anda di rumah?
Apa Anda memasak hanya jika suami ada di rumah, anak-anak baru pulang, diri sendiri kelaparan (note: ditujukan kepada kaum penghuni kos sejagat raya) atau untuk keperluan jualan?
Berarti itu termasuk suatu KEHARUSAN. Siapapun tahu kalau Anda bisa memasak, tapi bukan berarti Anda sedang ingin memasak dan juga bukan berarti suka. Apalagi jika ditambah dengan rasa kecewa jika makanan yang Anda masak nggak habis, atau malah rasa kecewanya berganti dengan rasa marah. Siapa tahu kalau Anda nggak masak malah suami marah, anak rewel, diri sendiri kena maag, atau tidak menghasilkan uang sepeserpun hanya karena Anda tidak memasak.
Bagaimana jika HOBBY? Hobi itu kalau ritme mencoba resep barunya nggak tentu, kalau lagi mood, baru deh masak. Kalau nggak mood, malah nggak masak sama sekali. Jadi hal yang berpengaruh disini adalah MOOD. Kurang tepat? Correct me if I wrong :)
Kenapa saya bilang begitu? Karena untuk menjalankan hobby diperlukan rasa gembira untuk menghasilkan masakan yang enak. Buku resep yang sudah dipersiapkan, juga segala macam alat masak yang perlahan-lahan bisa membuat Anda semakin ahli. Learning by doing katanya. Tapi orang-orang yang memasaknya sebatas hobby ini, masih menomorsatukan rasa dan belum menemukan packaging dan cara plating yang 'Duh, Gue banget!'. Yang penting enak dan.. pengakuan atas rasa enak itu masih sangat diharapkan oleh para penghobi masak. Pengakuan adalah segala-galanya *Duh lebay :p
Passion.
Pernahkah Anda menonton Farah Queen di TV, atau Chef Juna, atau siapapun yang bisa mengolah bahan makanan aneh dari seluruh nusantara menjadi lezat dalam sekejap mata? Contohlah dari mereka jika ingin menggunakan memasak sebagai passion Anda. Memasak adalah seni, maka Anda perlu membuka lebar-lebar jalan di otak Anda untuk menemukan ide-ide baru yang brilian dan kreatif. Bukan hanya sebatas hobby, passion akan selalu membuat Anda kecanduan memasak, lagi, lagi dan lagi! Bukan hanya sekedar pengakuan, passion akan menjadikan memasak sebagai profesi dan tujuan Anda bukan lagi suami, anak-anak, diri Anda sendiri, atau bahkan orang yang membeli kumpulan masakan Anda yang telah jadi.
Passion membuat memasak itu menjadi lebih prestisius. Passion membuat memasak menjadi lebih tulus dan lebih memancarkan aura kebahagiaan. Artinya, tidak akan ada raut wajah terpaksa, atau perasaan kecewa jika Anda memasak sesuatu dan tidak disukai orang lain. Penilaian dan pengakuan orang lain bukan lagi tujuan, melainkan kepuasan terhadap diri sendirilah yang utama, keinginan untuk memperbaiki lagi dan lagi, hingga Anda menemukan karakteristik Anda sendiri dalam memasak. Bisa menghasilkan masakan yang indah, enak, sehat dan memikat dan dikenal orang karena ciri khas masakan Anda, itulah passion.
Am I wrong? :)
Happy cooking to all of you, cooking lovers in the whole world!